2 months ago | by Administrator

CHINESE SNEAKERS BRAND U SHOULD KNOW

  • 1205 views
  • 0 comments

Yes we're back.. apakabar skena sneakers tanah air tercinta!!? Di artikel terbaru ini kita bakal ngebahas ..ehm.. #localpride .. tapi bukan localpride sini.. lho??!!! Yes jujur kita agak jenuh dengan tagar tersebut, karena satu dan lain hal yang.. mmm kita bahas di next article aja ya.. :) Okay back on track, kita bakal bahas brand sneakers dari negeri Tirai Bambu-- ahelah, sebut aja Cina, yes..




 

"Made in China" -10 taun lalu orang denger ini mungkin bakal kerutin dahi plus naikin alis sebelah dan ngomong: "..kawe???" . Cuy.... ga salah si memang.. tapi jaman berubah, dan Cina juga berubah, baik secara teknologi (ya elo bisa liat sendiri sekarang, betapa susahnya bedain sepatu ori vs pk god /godkiller/kawe rasa ori lah intinya)..dan betapa beresikonya jadi seseorang "legit checker" (makanya bnyk influencer yg ga berani, eh gamau juga kali..wkwk) , oke dan yg terpenting adalah berubahnya Cina secara mentally, dari yg tadinya cuma jadi peniru dan cuma bisa make brand luar (this called 'chongyang meiwai' “the worship of foreign things”) sampe sekarang punya brand lokal yang bisa jadi sneakerhead-worshipped label dan digandrungi hingga level internasional.


Gak main", buah jargon campaign “Made in China 2025” yg diusung pemerintah, didukung sarana dan prasarana..membuahkan hasil. Manufaktur disana juga sadar bahwa mereka harus mementingkan innovation over imitation. Fe Ye, General Manager e-commerce dari Li-Ning blak-blakan bilang:
 


"In fashion and sportswear, there are three levels on which business is conducted. On the most foundational level you are selling “products”, the physicality and utilization of what you produce. On the next level you are selling “technology”; whether it’s lightness or speed, it’s the R&D behind each design and feature which sets you apart. But ultimately on the highest level, you are selling a “spirit”(?? jingshen), the essence and ideology of what you stand for and what values you are representing. And in the case of Li-Ning, it is redefining what it means to be “Made in China.”
 

 

Dan boom! Kejadian deh fenomena sekarang.. brand-brand ini mungkin kurang familiar di telinga kalian, tapi meski under the radar.. kiprah brand-brand asal Cina ini cukup diperhitungkan lho di luar sana.. Gak percaya? Yuk kita bahas satu"..




Anta x Marvel "Hulk" Zero-Bound Running Shoes

 

1. Anta

 

Bentar..bentar... sebelum kita ngebahas Li-Ning.. kita kenalan dulu sama brand ini, namanya Anta (yes it sounds plain..) tapi soal collab jangan tanya.. Klay Thompson, Rajon Rondo, Gordon Hayward, juga Manny Pacquiao adalah nama-nama besar yang Anta bikin signature shoes nya. Dan surprisingly, eksekusi mereka gak asal, selalu ada bumbu cerita dan uniqueness di tiap rilisan mereka, contohnya Anta Klay Thompson KT4 x East Bay Times "Newspaper" yang masih pre-order ini..









Selain dengan atlet NBA, Anta juga bel lisensi dari Marvel dan Looney Tunes buat beberapa seri running dan lifestyle shoes mereka.. brand yang dianggap sebagai rival abadi dari Li-Ning ini emang punya ambisi untuk overtake sales Nike dan Adidas di pasar domestik, sebuah ambisi besar untuk sebuah brand yang berawal dari pabrik biasa, namun bukan gak mungkin.. mengingat Anta sendiri udah jadi sponsor utama liga basket nasional Cina dari tahun 2004-2012, sebelum diambil alih Li-Ning.


2. PEAK

Seperti Chinese brand lain.. PEAK berawal sebagai manufaktur bagi brand besar.. Mempunyai markas di Fujian (yang sekarang terkenal sebagai daerah pemasok PK God terbesar), PEAK adalah brand sepatu asal Cina yang memiliki total endorsement paling banyak diantara brand lain, dengan total 17 pemain NBA, termasuk nama-nama besar seperti Tony Parker dan Dwight Howard, meski mereka baru diendorse saat akhir masa karirnya.



PEAK x Tony Parker series



PEAK x Dwight Howard series





3. 361°


Baru lahir di tahun 2003, brand ini adalah yang termuda dibanding yang lainnya.. Meski begitu, brand asal Fujian ini sudah berani menjadi sponsor Olimpiade Rio 2016 dan Paralympics 2016. Tidak seperti brand lainnya yang berfokus di sepatu basket, 361°  justru mengalihkan fokus produk mereka di lini running, langkah yang benar-benar paid off karena sepatu mereka , seri 361° Sensation diganjar "BEST BUY" Award oleh Runner's World di tahun 2015, dan generasi keduanya 361°  Sensation2 mendapat "BEST DEBUT" Award di tahun 2017, sebuah prestasi yang baru kali pertama didapat oleh brand asal Cina.



361° Sensation


- Honorable Mention -
Sebelum bahas brand terakhir.. ada dua brand OG asal Cina yang sempat terlupakan.. tapi sempet muncul dengan 'kemasan baru'..



Feiyue



Alessandra Ambrosio & Poppy Delevigne's summer favourites..


Kalo ada yang sempet bingung kenapa ada brand Feiyue muncul di urbanoutfitters atau online shop Europe beberapa tahun lalu, mungkin ini jawabannya: ada dua brand Feiyue, satu asal Cina yang mulai produksi sejak 1950, dan satu lagi Feiyue asal Perancis, dan legally registered disana (tapi sepatunya sih masih Made in China juga)..bingung kan? Jadi gini, Feiyue itu emang sepatu yang OG nya dipake sama pelajar, biksu, dan para pekerja di Cina, dengan harga jual yang sangat terjangkau (sekitar 2,5 Euro) dibanding Feiyue kawe 'Perancis' yang dibandrol 40 euro. Kebalik kan? Gak selamanya produk Cina itu kaleng-kaleng loh...



"Worn by supermodels in Paris, and monks in Xianjing"


Jadi tahun 2005, seorang businessman asal Perancis, Patrice Bastian lagi tugas di Shanghai dan beli sepatu Feiyue buat doi latian kungfu. Setelah beberapa saat, si Bastian mulai kepikiran "hmm ni sepatu bisa gue cuanin nih..", nah kebeneran juga saat itu brand-brand semacam Superga, Vans, mulai naik dan menjadi youthful statement.. dan dibikinlah Feiyue sebagai a must-have sport shoe buat anak muda Perancis. Marketing nya sukses, Bastian pun mendaftarkan trademark untuk Feiyue di New Zealand, Australia, Taiwan hingga US. Sebuah hal yang ironis, karena Feiyue OG asal Cina justru dianggap sebagai counterfeit saat mereka hendak menjual sepatunya di Perancis. You can read more about this case in this post .


Warrior




Warrior WOS33 Series

Bukan..bukan tim basket, tapi ini brand sepatu yang di Cina juga populer dengan sebutan Hui-Li. Mirip juga sama Feiyue, brand ini emang working-class brand banget, disini pun jaman sekolah dulu pasti ada yang pernah pake (ayo ngaku!) karena harganya yang sangat terjangkau -gue masih inget tu outsole nya warna ijo cepet banget bolong karna dipake bola mulu- . Eits, tapi si Warrior ini berubah, beberapa waktu lalu gue juga kaget sih, karena Warrior sekarang kok jadi edgy-edgy gitu.. ternyata mereka udah full-scale rebranding, dan ngerilis ulang siluet yang jadi icon mereka dengan nama: “WOS33” which stands for “Warrior Ordinary Streetwear 33.” -beuh sadis... dan yang paling bikin kaget sih harga sepatunya 70 Euro (sekitar 1,2 jutaan) ..laku apa nggak ya kira"..?




(L to R) Dwayne Wade figure, Li Ning prototype , Li Ning Furious Ace AW2019

 

4. Li-Ning


Yes, finally it's Li-Ning... dikenal sebagai pionir produsen sportswear domestik di Cina sana, brand Li-Ning sendiri emang diambil dari nama founder nya, yang juga atlet dan pahlawan nasional di Cina, karena Mr Li Ning sendiri adalah pesenam olimpiade legendaris, yang pas pertama Cina ikut olimpiade tahun 1984, langsung dapet 6 medali emas sekaligus! Dan doi dipercaya jadi pembawa obor dan pembuka Olimpiade 2008 di Beijing, dengan outfit full brand nya sendiri dari head to toe. Momen inilah yang jadi kebangkitan "localpride" di Cina, semenjak itu orang-orang disana pun jadi pede pake produk Made in China.


Li Ning Arc Ace AW2019



Li Ning Aurora AW2019



Setelah itu gaung Li Ning ke luar negeri makin santer, Yao Ming yang jadi sensasi di NBA membawa mata pasar luar negeri juga ke Cina. Li Ning sempet jadi official partner Houston Rockets, dan di tahun 2012 Li-Ning bikin heboh dengan 'ngebajak'  Dwayne Wade dari sergapan Jordan Brand. Dengan Deal sebesar 10 juta USD, partnership Li Ning - Wade dimulai, and the rest is history.. Saat ini ada 12 pemain NBA yang di endorse Li Ning dan tujuh diantaranya memakai Dwayne Wade signature shoes.




Li Ning Furious Rider Ace AW2019


Li Ning yang udah dikenal global di basket, melebarkan sayapnya dengan tampil di NYFW barengan sama Clot (Kevin Poon & Edison Chen), dan Eric Chen Peng. Koleksi mereka mendapatkan atensi dan kritik yang baik, Li Ning sendiri mencoba menggabungkan siluet sportswear Western seperti trackpants, hoodie, dan bomber dengan detail tradisional Cina. Dan satu hal yang paling menjanjikan adalah showcase sneakers dari Li Ning, dengan berbagai pilihan desain yang stand out, bulky namun entah kenapa buat saya sangat tempting dan enak dilihat. Belum ada release date, tapi dengan list stockist yang mentereng -dari KITH hingga OKI-NI- mungkin Li Ning bisa jadi salah satu brand sneakers yang paling dicari di tahun-tahun mendatang.


Words @dxxxo
Pics FN/highsnobiety/Anta/WWJ
 

VIEW COMMENTS

Related Articles