1 year ago | by Administrator

The Type of People You Met at a Sneaker Event

  • 18346 views
  • 0 comments

Saat ini merupakan waktu yang menyenangkan untuk menjadi sneakerhead di Indonesia. Forum pecinta sneakers ada, bahkan spesifik khusus merk tertentu. Mencari sneaker incaran cukup surfing di internet, seller-seller bertebaran di instagram, semuanya ada di ujung jari.

Off air pun sudah banyak diadakan;  gathering, event, exhibition, maupun market sneakers. Bertukar pikiran dan alas kaki pun jauh lebih mudah dibandingkan 7-10 tahun yang lalu.

Kalian pasti pernah menjadi bagian ataupun hadir di event sneakers, berbagai macam orang tumplek-blek ketika event sneakers di gelar; muda, tua, yang masih sekolah, yang udah kerja, cowo, cewe, abg, oom-oom sampai balita.

Nah, kali ini IST ingin mengilustrasikan tipe-tipe orang yang bakal lo temuin di event sneakers.

This is not us putting you guys into boxes. Just for kicks.

 

Wording by @wokbewok

Illustration by @kevinswork

 

Tipe kaya gini nih yang kami bilang sebagai #anaklama. Hashtag #anaklama ada bukan untuk memisahkan antara yang koleksinya banyak dan ngga, senior atau nubie. Sebenarnya hanya guyonan internal di skena sneakers lokal, kami bingung ajah sama termin “sepuh” yang sering digunain… emang ini forum supranatural?

Tipe ini biasanya ngga terlalu peduli sama ke-fotogenic-an kakinya. Apa itu? mengejar foto on-feet yang bagus, semisal pake jeans selvedge, slim fit dll.

Well, these kind of people doesn’t dress to impress people.

They even don’t give a damn of what you’re wearing

Sepatu yang dipake pun keluaran-keluaran lama, nike SB, adidas superstar atau vintage pair lainnya yang dia bisa bikin kuliah singkat ketika lo nanya “itu sepatu apa oom?”

 

Tipe kaya gini yang lagi sering kami liat. Kebalikan dari tipe pertama, mereka dari rumah udah mikirin impact kombinasi pakaian yang mereka akan pakai. Lebih tepatnya: opini orang lain. 

Biasanya lo bisa deteksi tipe ini dengan gampang, wardrobe mereka biasanya merk streetwear dari ujung kepala sampe ujung kaki. Hoodie BAPE, button-up OFF WHITE, jeans gelap ketat sobek-sobek dan sneakers kinclong yang kayanya baru diambil dari laundry.

Yakin deh, lo bakal sibuk mengira-ngira berapa juta yang dia kuras buat tampilan dia hari itu.

 

Hobi sneakers itu gak mengenal usia. Ada yang "kejeblos" karena punya minat terhadap fashion, terbawa trend, diracunin kakak/teman atau juga menjadi bagian dari masa puber.

Seneng sebenarnya sekarang ini banyak pecinta sneakers yang masih muda-muda banget, banyak malah yang berani menjadikan sneakers sebagai usaha sampingan. Tipe ini nih yang menurut gw sisi gelapnya kehidupan gemerlap ABG ibu kota.

Kaya Bang Yanglek bilang : “Biaya untuk bergaya, Bukan duit dari orangtua”

Biasanya mereka datang bareng orangtuanya, kadang bapaknya suka nanya: ”ini ada warna lain?” atau “mau yang baru ya” macam lagi di pasar baru.

“Liat mana suka, klo bayar urusan mama”

 

Sebenarnya yang tipe ini tuh keren, tanpa effort yang lebih udah terlihat cool. Clean Look gitu lah. Buat mereka sneakers are just shoes, di beli buat dipake, bersihin sesempatnya aja. Tipe kaya gini biasanya udah tau dan ngerti selera mereka seperti apa, hanya membeli yang mereka pengen banget. Kalaupun ngoleksi biasanya konsisten.

Tipe yang kaya gini yang paling enak di pepet, klo udah mau jual sneakers biasanya ya jual aja. Ngga perlu nyesuaiin dengan harga pasaran.

 

Tipe ini jelas ter-influence dari basket, entah emang dari jaman sekolah udah jadi ABAS atau nonton NBA di TV aja atau yang sense fashionnya terinspirasi dari majalah SLAM. Habitnya persis kaya penggila bola, klo ada kesempatan bakal pake jersey tim favoritnya.

Hatam kultur sneaker, basket dan hip-hop  90an. Koleksinya biasanya sneakers-sneakers signature pemain basket. Holy Grail? Fila Grant Hill atau Jordan 11 OG. Klo main basket dari rumah pake Jordan, tapi giliran main basket beneran di lapangan pakenya Kobe (sayang cuy).

 

Biasanya kehadirannya disertai wewangian sepanjang jalan yang dia lewatin; dateng ke lokasi naik piaggio atau uber black, urban youth gimana gitu. Selera sneakersnya sebenarnya oke, cuma yang dibeli suka rada off. Suka Jordan tapi pakenya Jordan bukan c/w asli, suka superstar tp koleksinya foundationnya pharrell, suka kazuki tapi pakenya yang 84-lab.

Fit outfit mereka biasanya fresh and crisp.

Mereka juga biasanya akan stay di venue sampe acaranya kelar, buat nambah-nambah kenalan. Biasanya memanggil satu sama lain”sob” atau “bro”.

 

Yang ini beda-beda tipis sama tipe nomor 4, bedanya mereka pake sepatu yang lebih vintage, biasanya berkacamata. Persis hipster tapi mereka sebenarnya geek soal sneakers.

Yang gini biasanya stay sm temen-temen yang dia kenal aja, bahan obrolannya ngga sepatu melulu. Bisa teknologi, film, sampe anime. Klo lagi sendiri biasanya berdiri di pojokan sambil memperhatikan sepatu orang-orang yang lewat.

Klo lo mau tau tips dan trik, orang ini yang lo bisa percaya. Dia pasti ngerti cara ngerawat sepatu, cara membersihkan, bahkan dia ngerti teknis pembuatan dan chain supply sneakers (kadang harus googling dulu supaya ngerti apa yang lagi diomongin)

Yes, we are talking about you, Del.

 

Gw meyakini klo tipe ini adalah evolusi lanjutan dari t-shirt kembaran. Mungkin sejalan dengan kenaikan taraf hidup di Ibukota. Duo kaya gini biasanya kemana-mana selalu berdua, selalu gandengan dan yang pasti memakai sneakers yang identik.

Yang cowo biasanya terlibat lebih banyak di dalam event, ngobrol-ngobrol sementara cewenya dengan setia menunggu di sampingnya. Biasanya mereka suka ngilang atau pulang duluan dan menjadikan pacar sebagai alasan kenapa mereka udah cabut.

VIEW COMMENTS

Related Articles