12 hours ago | by Administrator

IST The Very Best of 2016 Part 1

  • 3974 views
  • 0 comments

Yo 2016 tinggal seminggu lagi yo...

Seperti biasa, IST di tiap akhir tahun akan coba merangkum hal-hal terbaik yang terjadi di skena sneakers global.

Tanpa banyak cing-cong yuk disimak.

 

Article by @wokbewok 

Header photos by @yeahgitz

 

 

Glorified Roshe

Adidas NMD

*image from higsnobiety.com

 

Tahun ini tampaknya benar-benar menjadi tahunnya adidas, dengan pindahnya Kanye West dari pesaing utamanya ; nike seakan menaikkan kredibilitas (dan influence) adidas terhadap street wear… er… atau paling ngga orang-orang yang mendadak nye-treet wear.

 

Coba deh ke mall bilangan jakarta selatan pas akhir pekan dan buat lucu-lucuan aja kalian itung berapa banyak orang yang menggunakan kombinasi berpakaian seperti ini :

T-shirt Street Wear (minimal stussy) + Jogger Pants + adidas NMD

T-Shirt Daster + Skinny Jeans FoG ala-ala + adidas NMD

T-Shirt + Bomber Jacket ala Jokowi + Jeans Selvedge + adidas NMD

 

See the red lining here?

 

Di Indonesia entah kenapa harga sepasang adidas NMD bisa melejit hingga 2x lipat harga retail, anak-anak muda rela antri di depan retailer semalam sebelum rilis, beberapa bahkan menjadikannya lahan bisnis dengan sistem PO atau menggunakan jasa antrian.

 

Semuanya karena hype dan menjadi trend.

 

Masih ingat dengan demam New Balance sekitar dua tahun yang lalu? Anak-anak berbondong-bondong membeli New Balance Made in USA atau Made in UK (yang kadang harganya lebih mahal ketimbang beli di negara tetangga atau order dari luar negeri).

Dan layaknya trend fashion, suatu hari nampaknya demam NMD akan reda dengan sendirinya.

 

 


 

 

Present for Your Girl Friend

NikeLab Air Force 1 Mid “Vachetta Tan”

*image from higsnobiety.com

why : a safe bet to turn your bae to starts wearing sneakers

 

Kalian yang suka nongkrongin FB page IST pasti seneng banget kan pas ada member cewe yang post? *kami juga.

 

Di skena sneakers Indonesia tampaknya sneakerhead cewe masih agak jarang dan seakan jadi anomali, layaknya murid perempuan di sekolah STM. Namun justru di situ charm nya, gimana gitu rasanya ngeliat cewe rocking their jordans atau shell toes.

 

Buat member yang sudah berumur dan berkeluarga (seperti saya) rasanya spesial ketika bisa membuat istri saya ikut jatuh cinta ke hal yang saya suka : mengkoleksi sneakers. Either dengan cara rajin membelikan, menghasut atau menjebak.

 

Nike AF1 merupakan siluet yang paling “aman” untuk memulai mengonvert your other half. Bentuk yang subtle¸tidak terlalu mencolok dan warna yang universal (cocok lah untuk yang suka males bersihin sneakers).

 

Plus, lo ngga perlu malu klo lo beli buat diri sendiri untuk kembaran.

 

Couple shirts are lame, couple sneakers are fire.

 

 


 

 

I Knew It's for Women, but I want Those Too

Rihanna x PUMA Creeper

*image from kicksonfire.com

why : triple black or gumsole and i'm sold

 

Setelah tahunan Puma seakan tidak membuat inovasi atau kolaborasi yang signifikan (saya hanya bisa menyebutkan Puma x Jeff Staple), tahun ini sepertinya ada perubahan creative direction di Puma seperti yang terjadi di Reebok saat Swizz Beatz memegang tahta. Puma mulai meng endorse artis seperti Rihanna (sebagai creative director) dan Cara Delevinge, kolaborasi dengan BAPE, STAMPD, TRAP STAR dan Jeff Staple.

 

Puma Creeper pada dasarnya adalah siluet Puma Suede dengan midsole tebal layaknya platform shoes, bentuk sepatu wanita yang lumayan ngetrend di penghujung tahun 90an. Simpel memang namun efektif menggunakan siluet yang sudah ikonik dengan perubahan minimalis, seakan-akan menjadi sepatu yang benar-benar baru.

 

Creeper di rilis dalam 3 colorway (yang juga sangat minimalis) ; triple black, black/gum dan Sand/Gum.

 

Buat saya, anything triple black + Gum Sole and I’m sold! Lagipula A guy wearing a platform shoes? Why not.

 

Part 2 Here

VIEW COMMENTS

Related Articles