2 years ago | by Administrator

IST The Very Best of 2015 (Part 3/3)

  • 3659 views
  • 0 comments

Gotta Catch 'Em All

Superstar Super Color (Pharell Williams)

 

Diluar kekecewaan keputusan adidas menggunakan siluet superstar foundation ketimbang superstar 80s seperti di tahap sample, adidas super color seperti ledakan pelangi yang terjadi dimana-mana. Hampir semua orang punya 1 (kami bahkan curiga di luar sana ada yang mengkoleksi full set nya : 50 pasang).

 

Salah satu tanda kesuksesan sebuah sneakers adalah ketika sudah ada versi fake berkeliaran di mana-mana (seperti New Balance 2 tahun yang lalu) superstar color pun tidak luput dari kreatifitas salah arah ini. Mulai dari warna palet resmi sampai warna yang dikarang sendiri, seperti warna neon/stabilo banyak berkeliaran di pakai ABG di Pondok Indah mall, DWP hingga berseliweran di jalan-jalan.

 

 

Now We’re Cool (Deal With It!)

Diadora

 

Diadora di Indonesia umumnya identik dengan siluet yang di olok-olok, seperti sepatu anak sekolah, sepatu futsal yang terjangkau. Sama sekali tidak keren.

 

Tahun ini Diadora sukses memutar balikan cemoohan orang selama ini dengan merilis berbagai seri N9000 yang too good to be missed. Kolaborasi dengan Hanon, Packer Shoes, Concepts, 24 Kilates, SoleBox, Chef Raekwon hingga the great Ronnie Fieg himself menyumbang ide dan menumpahkannya ke N9000.

 

Tidak ada N9000 yang tidak bagus tahun ini.

 

 

Underated Project

ARL Tribute

 

Belum pernah denger? Belum punya? Itu memang karena project ini adalah sebuah project non-komersil dari ARL untuk mengapresiasi influencer di Indonesia, tercatat sudah ada tribute untuk Rolling Stone, The Dandees, Bima Girinda, Stepa, Keripik Peudes yang sudah dipublikasikan.

 

To be honest beberapa rilisan ARL, baik GR maupun Tribute masih lacking di sisi variasi colorway dan kombinasi material, namun secara kualitas dan craftsmanship ARL bisa dibilang paling mumpuni dibandingkan dengan brand lokal lain.

 

Sebuah line yang patut di apresiasi lebih.

 

 

Things We Need To Do More

Hooking Up

 

Semua orang pasti pernah melakukan kegiatan menjual, entah menjual ulang atau melepas koleksi pribadi. Tiap kali calon pembeli di luar sana mengabarkan “sudah di transfer ya” pasti di dalam hati kecil ada campuran perasaan sedikit senang, lega plus khawatir. Senang karena mendapatkan uang, lega karena akhirnya terjual juga dan khawatir apakah pembelinya akan merawat pairs yang mungkin sebenernya berat di lepas.

 

Saya pernah menjual Jordan 1 ke dua tipe pembeli yang berbeda :

Pertama saya menjual Jordan 1 Urban Haze ke calon pembeli yang pas COD sangat serampangan mencobanyangga pake kaos kaki pula. Kesel sih, klo aja dia masih menawar lagi, dengan sangat senang saya akan cabut dari lokasi COD dan batal menjualnya.

 

Kedua, Jordan 1 DMP Pack, terjual dalam 30 menit sejak saya melistingnya di thread jual-beli.

 

The look of this kid’s face when he first saw the box was priceless!

 

Anak ini membeli sepatu saya tanpa menawar dan berkali-kali memuji masih sangat baikknya kondisi kedua pairs yang baru saja dia beli. I just knew my old beloved kicks are in good hands now.

 

Saya juga pernah membantu seseorang cop sebuah sneaker kolaborasi di negara tetangga untuk melengkapi koleksinya, saya ke tokonya hujan-hujanan, membawanya balik ke hotel yang berada di pulau yang berbeda dan hand carry it sampai ke tangan yang bersangkutan. Sekali lagi, the face when he lay his eyes on the box was priceless.

 

Dari sini saya menyadari sesuatu bahwa kesukaan terhadap sneakers saya tidak hanya sebatas senang berburu atau memiliki pasang tertentu, perasaan itu ketika unboxing, tapi juga ada kesenangan tersendiri melihat orang lain mendapatkan sepatu idamannya.

 

It’s just feels good.

 

Perasaan yang sama mungkin juga dialami teman-teman saya yang pernah mengantarkan sepatu langsung ke kantor saya karena takut boxnya hancur, mengirim sepatunya ke saya dulu padahal saya belum ada uang untuk membayar, merelakan space di koper untuk sepatu titipan saya, nalangin pula.

 

Semua dilakukan karena kesenangan yang sama, and i think you should too.

VIEW COMMENTS

Related Articles